SMPIT AL Khair Barabai, Berbasis Komputer dan Android

SMPIT AL Khair Barabai merupakan sekolah yang memanfaatkan teknologi komputer dan sistem android dalam penilaian tengah semester (PTS)

Editor: Royan Naimi
SMPIT AL Khair
Lab komputer SMPIT Al Khair Barabai. 

BANJARMASINPOSTWIKI.TRIBUNNEWS.COM - Sekolah Menengah Islam Terpadu (SMPIT) AL Khair Barabai merupakan sekolah yang memanfaatkan teknologi komputer dan sistem android dalam penilaian tengah semester (PTS) maupun penilaian akhir semester dan ujian (UN).

Semua kegiatan tersebut berbasis komputer/android yang mewajibkan siswa pada saat ulangan membawa smartphone.

Namun, bagi yang tidak punya, difasilitasi menggunakan komputer sekolah untuk mengejakan soal-soal ulangan.

“Dengan cara itu, kami bisa menekan penggunaan kertas yang artinya kitab bisa mengurangi kertas paperless. Artinya sesuai dengan visi sekolah yang berwawasan lingkungan. Cinta lingkungan diaplikasikan dengan ikut mengurangi penggunaan kertas atau tidak memperbanyak sampah,”kata Kepsek SMPIT AL Khair Barabai Norliani.

Baca juga: Profil Dony Subardono General Manager Bandara Internasional Syamsudin Noor

Baca juga: Ponpes Darul Hijrah Terapkan Sistem Agrosilvofishery dan Kampung Iklim Berwawasan Lingkungan

Baca juga: Profil Rektor UIN Antasari Banjarmasin Periode 2017-2021 Prof Mujiburrahman

Diketahui, kertas terbuat dari pohon, sehingga mengurangi penggunaan kertas artinya meminimalkan penggunaannya.

Langkah kecil ini, kata Norliani dalam rangka mewujudkan SMPIT Al Khair sebagai sekolah adiwiyata. Dengan menerapkan sekolah ramah anak, yaitu menciptakan suasana kekeluargaan dengan siswa maupun orangtua siswa, Norliani mengatakan yakin, sekolah yang dipimpinnya bisa menjadi sekolah Adiwiyata.

Ditambahkan, pembelajaran yang diberikan kepada siswa adalah kontekstual, dimana siswa mengalami langsung, menemukan dan mempraktekkan, apa yang dipelajari.

Tujuannya agar siswa bisa memaknai pembelajaran berdasarkan pengalaman yang mereka alami.

Pembelajaran menyenangkan, kedekatan antara guru dan siswa menjadikan hubungan seperti sahabat dan fatner belajar.

Dengan begitu kata Norliani, tercipta kedekatan emosional dan rasa betah di sekolah karena nuansa ramah anak dan lingkungan yang sangat baik mendukung perkembangan anak.

(banjarmasinpostwiki.tribunnews.com/Hanani).

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved