Feri Penyeberangan Sigam-Tanjungbatu Kotabaru, Dua Tahun Lebih Beroperasi Sepi Peminat

Pembukaan rute penyeberangan Sigam-Tanjungbatu dikelola pihak swasta sejak Maret 2019 lalu sepi peminat yang cenderung lebih nyaman pakai speedboat.

Editor: Royan Naimi
banjarmasinpostwiki.tribunnews.com/dok
Feri penyeberangan Sigam-Tanjungbatu, saat diresmikan pada Maret 2019 lalu. 

BANJARMASINPOSTWIKI.TRIBUNNEWS.COM, KOTABARU - Pembukaan rute penyeberangan Sigam-Tanjungbatu dikelola pihak swasta sejak Maret 2019 lalu sepi peminat yang cenderung lebih nyaman pakai speedboat.

Pemkab Kotabaru selama ini memberikan dukungan PT Banua Raya Khatulistiwa (BRK) membuka akses transportasi laut menghubungkan Pulaulaut dengan daratan Kotabaru.

Pembukaan akses transportasi menggunakan feri penyeberangan Sigam-Tanjungbatu yang peluncurannya pada minggu kedua bulan Maret tahun 2019 lalu.

Untuk titik penyeberangan di Pulaulaut di Desa Sigam, Kecamatan Pulaulaut Sigam.

Baca juga: Pengaturan Area Parkir dan Jalur Keluar Masuk Kendaraan di Wisata Siringlaut Kotabaru

Baca juga: Profil Ketua PWNU Kalsel KH Abdul Hasib Salim, NU Mendarah Dagang Sejak Kecil

Baca juga: Ponpes Darul Hijrah Terapkan Sistem Agrosilvofishery dan Kampung Iklim Berwawasan Lingkungan

Sedangkan Kotabaru di wilayah daratan kalimantan titik pelabuhan di Desa Tanjungbatu, Kecamatan Kelumpang Tengah.

Pembukaan rute kapal feri penyeberangan Sigam-Tanjungbatu dikelola pihak swasta, memberikan kenyamanan transportasi kepada masyarakat dari dan ke Pulaulaut atau daratan Kalimantan.

Sekadar diketahui daratan Pulaulaut merupakan ibu kota kabupaten, dengan jumlah 22 kecamatan. Terbagi dari daratan kalimantan sebanyak 12 kecamatan, sedangkan daratan Pulaulaut 10 kecamatan.

Pulaulaut daratan dikelilingi laut. Berbeda dengan dengan Kotabaru di wilayah daratan kalimantan yang masih satu tanah dengan Kalsel dan kabupaten lainnya.

Satu-satunya transportasi membuka akses, dengan diadakannya kapal penyeberangan.

Selain feri penyeberangan dalam satu kabupaten yakni Sigam-Tanjunbatu, Telukgosong-Pulau Sebuku, Stagen-Tarjun.

Sementara feri penyeberangan Tanjung Serdang-Batulicin menghubungkan dua kabupaten, Kotabaru (Pulaulaut daratan) dan Batulicin (daratan Kalimantan).

Plt Kepala KUPT Penyeberangan yang juga Kasi Pengujian Sarana pada Dinas Perhubungan Kotabaru, Rudi Baskoro mengatakan, mengakui feri penyeberangan Sigam-Tanjungbatu dibuka sejak Maret 2019 silam.

Saat ini penyeberangan tidak beroperasikan, karena kapal feri biasa melayani sedang dalam perawatan rutin (docking).

Menurut Baskoro, setelah dibukanya rute penyeberangan itu kurang peminatnya, karena ketika dilakukan trayel calon penumpang lebih nyaman menggunakan speedboat.

"Saat berlayar, melewati perairan Tanjung Dewa kapal goyang karena gelombang. Peminat kurang karena mabuk laut. Karena peminat kurang sehingga tidak keuntungan," katanya.

Oleh karena itu, Baskoro saat ini ada rencana pihaknya mengajukan subsidi ke pemerintah pusat.

"Perjalanan ditempuh 17 mil laut, diperlukan waktu 2 jam sekali tujuan," katanya.

(banjarmasinpostwiki.tribunnews.com/Helriansyah)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved