Ponpes Darul Hijrah Cindai Alus Martapura Pencetus Ide Kawasan Minapolitan Budidaya Ikan Tawar

Ponpes Darul Hijrah Desa Cindai Alus Martapura, Kabupaten Banjar Kalsel, terbilang sebagai pelopor budidaya ikan air tawar di kawasan setempat.

Editor: Royan Naimi
banjarmasinpostwiki.tribunnews.com/Mukhtar Wahid
Ustadz H Ahmad Maidi, mengenalkan kolam ikan yang menampung 10 ribu ekor ikan patin yang menjadi pusat akademi Minapolitan di Kabupaten Banjar. 

BANJARMASINPOSTWIKI.TRIBUNNEWS.COM, MARTAPURA - Ponpes Darul Hijrah di Desa Cindai Alus, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar Kalsel terbilang sebagai pelopor budidaya ikan air tawar di kawasan setempat.

Ustadz H Ahmad Maidi, membenarkan sejak 1985 saluran irigasi yang membelah lahan kawasan Pondok Pesantren Darul Hijrah beroperasi.

Pondok Pesantren Darul Hijrah membuat kolam ikan. Awalnya kolam ikan itu berjumlah 10 kolam kecil kini kolam itu dilebarkan hingga setiap kolam menampung 10 ribu ekor ikan patin.

"KH Jarkasyi Hasbi pencetus pertama budidaya ikan tawar," kata ustadz Ahmad Maidi, Minggu ( 26/9/2021).

Baca juga: KH Jarkasyi Hasbi Pendiri Ponpes Darul Hijrah Desa Cindai Alus Martapura Kalsel Raih Kalpataru 2021

Baca juga: Profil Kepala Lapas Kelas IIB Tanjung Heru Yuswanto, Merintis Karir Jabatan Mulai di LPKA Martapura

Baca juga: Profil Wakil Gubernur Kalsel H Muhidin, Penggagas Siring Banjarmasin Dekat dengan Para Ketua RT

Ustadz Ahmad Maidi membenarkan aksi KH Jarkasyi Hasbi memanfaatkan air saluran irigasi menjadi komoditas budidaya ikan tawar hingga kini sudah menginvasi petani ikan di Kecamatan Karang Intan dan Riam Kanan, Kecamatan Aranio.

"Omzetnya sudah miliar rupiah dalam sehari," kata ustad Ahmad Maidi.

Berdasarkan pantauan Minggu (26/9/2021), ada sejumlah kolam ikan pembibitan dan pembesaran ikan patin di kawasan Pondok Pesantren Darul Hijrah yang masih dikelola.

Bahkan, budidaya ikan tawar menjadi akademi petani ikan yang ingin menerapkan kawasan Minapolitan di daerahnya.

Ketua Kelompok Tani Desa Lihung, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, H Mu'jizat mengakui budidaya ikan tawar di Desa Cindai Alus paling besar.

"Sebelum mengambil hasil panen ikan bawal di Desa Lihung. Pembeli sudah mengambil ikan patin dan lainnya di Desa Cindai Alus. Paling besar produksinya," katanya.

(banjarmasinpostwiki.tribunnews.com/Mukhtar Wahid)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

  • Conny Dio

     
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved