Aruh Adat Mesiwah Pare Gumboh Dayak Deah Balangan, Ada Ritual Wajib Wujud Syukur dan Tolak Bala

Ada beberapa ritual yang wajib digelar saat aruh adat Mesiwah Pare Gumboh suku dayak Deah di Kecamatan Halong Kabupaten Balangan Kalsel.

Editor: Royan Naimi
banjarmasinpostwiki.tribunnews.com/Isti Rohayanti
Rangkaian ritual Mesiwah Pare Gumboh suku adat dayak Deah di Desa Liyu, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, Kalsel. 

BANJARMASIPOST.TRIBUNNEWS.COM, PARINGIN- Ada beberapa ritual yang wajib digelar saat aruh adat Mesiwah Pare Gumboh suku dayak Deah di Kecamatan Halong Kabupaten Balangan Kalsel.

Mesiwah Pare Gumboh, merupakan ritual aruh adat Suku Dayak Deah di Kabupaten Balangan Kalsel yang rutin digelar setiap tahun.

Ritual adat ini merupakan aruh adat untuk menggelar pesta panen sekaligus sebagai bentuk syukur.

Di Kabupaten Balangan, warga Desa Liyu menggelar kegiatan tersebut. Acara ini dilaksanakan di Balai Adat Desa Liyu.

Baca juga: Ritual Mesiwah Pare Gumboh, Aruh Adat Dayak Deah Balangan Kalsel yang Masuk Agenda Festival Budaya

Baca juga: Profil Bupati Tanahlaut HM Sukamta, Gemar Sendirian Blusukan

Baca juga: Profil Desa Alur Kabupaten Tanahlaut Kalsel, Sumber Penghasilan Utama Warga dari Hasil Perkebunan

Disampaikan oleh Ketua Pokdarwis Desa Liyu, Megi, ada beberapa ritual yang wajib digelar saat Mesiwah Pare Gumboh.

Ia juga memaparkan nama ritual dan penjelasan dari setiap ritual tersebut.

Tetuha adat Dayak Deah Desa Liyu Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan Kalsel, mempersiapkan ritual Mesiwah Pare Gumboh.
Tetuha adat Dayak Deah Desa Liyu Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan Kalsel, mempersiapkan ritual Mesiwah Pare Gumboh. (banjarmasinpostwiki.tribunnews.com/Isti Rohayanti)

Pertama ucapnya, ada ritual nyerah ngemonta yang merupakam penyerahan hasil panen yang masih mentah dari masyarakat kepada pelaksana ritual.

Kemudian berlanjut pada ritual ngemonta yakni ritual penyampaian hasil panen yang dilakukan oleh pemimpin ritual kepada sang pencipta dalam bentuk hasil panen yang masih mentah.

"Kemudian, ritual tombai adalah tradisi penyampaian terimakasih dari pemilik panen kepada pelaku ritual," ucap Megi.

Pelaksaan ritual adat Mesiwah Pare Gumboh di tengah pandemi Covid-19, Warga Desa Liyu jalankan protokol kesehatan gunakan masker di area balai adat.
Pelaksaan ritual adat Mesiwah Pare Gumboh di tengah pandemi Covid-19, Warga Desa Liyu jalankan protokol kesehatan gunakan masker di area balai adat. (banjarmasinpostwiki.tribunnews.com/Isti Rohayanti)

Berlanjut, ritual nengkuat mulukng, dimana pemilik hasil panen meminta pelaku ritual agar berkenan memintakan restu dan ucapan syukur pada sang pencipta atas hasil panen yang diperoleh.

Ditutup dengan ritual besoyokng dan mengudang adalah pelaku ritual melakukan upacara meminta restu dan ucapan syukur pada sang pencipta atas hasil panen yang diperoleh dan diakhiri dengan mandi bara api.

Semua ritual tersebut jelas Megi merupakan ritual inti di Mesiwah Pare Gumboh.

(banjarmasinpostwiki.tribunnews.com/Isti Rohayanti)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

  • Conny Dio

     
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved