Profil Desa Alur Kecamatan Jorong Kalsel, Warga Transmigran Hidup Berkecukupan dari Usaha Bertani

Desa Alur adalah salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel)

Editor: Royan Naimi
banjarmasinpostwiki.tribunnews.com/Idda Royani
Kantor Desa Alur Kecamatan Jorong Kabupaten Tanahlaut, Kalsel. 

BANJARMASINPOSTWIKI.TRIBUNNEWS.COM, PELAIHARI - Desa Alur adalah salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Di wilayah Kecamatan Jorong terdapat sebelas desa. Sebagiannya bertopografi tinggi, di antaranya Desa Alur yang hampir semua area wilayahnya merupakan dataran yang lumayan tinggi.

Sebelum menjadi sebuah desa definitif di Kabupaten Tanahlaut, Alur merupakan Unit Permukiman Transmigrasi (UPT) pada tahun 1986 silam yang sebagian besar peserta (transmigran)nya berasal dari Pulau Jawa.

Jumlah kepala keluarga (KK) saat itu sebanyak 300 orang. Peserta transmigran berasal dari Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan sebagian lagi berasal dari penduduk lokal Kabupaten Tanahlaut.

Baca juga: Profil Bupati Baritokuala Hj Noormiliyani, Bupati Perempuan Pertama di Kalimantan Selatan

Baca juga: Profil Wakil Bupati Tabalong Drs H Mawardi MSi

Baca juga: Profil Bupati Kotabaru H Sayed Jafar

Transmigrasi di Alur merupakan penambahan penduduk bagi Desa Alur yang kala itu hanya sekitar 160 KK sehingga kemudian pemerintah pusat mendatangkan 300 KK lagi untuk memenuhi kriteria desa yang definitif.

Desa Alur merupakan pecahan dari Desa Jorong pada tahun 1982.

Transmigrasi adalah suatu program yang dibuat oleh pemerintah Indonesia untuk memindahkan penduduk dari suatu daerah yang padat penduduk ke daerah lain di dalam wilayah Indonesia.

Penduduk yang melakukan transmigrasi disebut transmigran.

Penyelenggaraan transmigrasi pertama kali dilaksanakan pasca-Indonesia merdeka yakni pada 12 Desember 1950 silam. Karena itu pada tanggal dan bulam tersebit diperingati sebagai Hari Bhakti Transmigrasi (HBT).

Pada tahap awal, transmigran mendapatkan jaminan hidup (jadup) berupa bahan makanan dari pemerintah pusat. Biasanya selama sekitar dua tahun.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved