Sembilan Kerajinan Tangan Khas Kalimantan Selatan, Berikut Rincian Data dari Bappeda Kalsel

Kalsel banyak karya kerajinan tangan khas mulai lampit rotan, kain sasirangan, sapu ijuk, tas purun, batu akik, sulam air guci, batu intan, arguci.

Editor: Royan Naimi
banjarmasinpostwiki.tribunnews.com/Milna Sari
Ruang galeri hasil produksi batu permata milik UPT PPBP Disperindag Kabupaten Banjar. 

BANJARMASINPOSTWIKI.TRIBUNNEWS.COM, BANJARBARU - Kalimantan Selatan banyak terdapat karya kerajinan tangan khas mulai kerajinan lampit rotan, kain sasirangan, sapu ijuk, tas purun, batu akik, sulam air guci, batu intan, kopiah jangang hingga arguci.

Berikut daftar kerajinan tangan khas Kalsel berdasarkan data Bappeda Provinsi Kalsel:

1. Lampit adalah tikar rotan yang dibuat dari kili-kili rotan berukuran 4,0mmx3,5mm dengan panjang sesuai lebar tikar. Kili-kili dijalin dengan menusuk benang katun(mengain) ke dalam lubang tikam pada tiap interval 5cm. Setelah itu kedua sisi panjang dianyam dengan kulit rotan (menulang
walut)

Baca juga: Profil Sekda Kabupaten Tanahlaut H Dahnial Kifli, Hobi Ngeband dan Kini Sedang Bangun Agrowisata

Baca juga: Profil Wali Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan HM Aditya Mufti Ariffin

Baca juga: Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarmasin di Banjarbaru, Nama Awalnya Lapangan Terbang Ulin

2. Kain Sasirangan adalah kain nang manggambarakan budaya khas wan idintitas sandang buhan etnis Banjar di propinsi Kalimantan Selatan.

3 Sapu Ijuk adalah alat pembersih lantai tradisioanal yang hingga kini masih digunakan oleh sebagian orang. Sapu ijuk banyak di temui di setiap rumah, kantor, ruangan, bahakan di sekolah. Bahan
untuk membuat sapu adalah ijuk yang terdapat pada pangkal daun pohon enau.

4. Tas Purun adalah khas Kalsel ini selain modis juga cocok untuk oleh-oleh. Bahan dasarnya pun berasal dari Bumi Lambung Mangkurat, salah satunya adalah purun. Dari tanaman sejenis
rumput yang tumbuh di rawa-rawa itu, dapat dihasilkan aneka kerajinan etnik yang tidak kalah apik dibanding bahan sintetis atau produk lainnya.

5. Batu Akik adalah sebutan untuk batu cincin yang bukan termasuk dalam kategori batu Mulia.

6. Sulam Air Guci adalah kerajinan khas masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan. Boleh dibilang, hasil kerajinan ini walau tak banyak yang menekuninya tetap bertahan lestari karena masih ada peminatnya. Paling tidak karya para perajin ini akan hadir setiap minggu pada saat ada warga menggelar acara pesta perkawinan.

7. Pengrajin Batu Intan adalah Pengrajin yang membuat Batu dari intan, akik dan lain-lain menjadi sebuah cincin yang bisa di pakai di jari maupun menjadi pernak pernik lainnya seperti kalung anting.

8. Kopiah Jangang merupakan salah satu kerajinan khas Tapin yang dihasilkan pengrajin asal Kecamatan Margasari. Kopiah yang terbuat dari akar pohon jangang tersebut, termasuk kerajinan
yang diolah dengan tingkat kerumitan cukup tinggi.

9. Arguci merupakan salah satu kerajinan tangan bahari (tua/lama) khas Banua Banjar yang telah populer sejak ratusan tahun silam. Menurut kisah dalam budaya tutur masyarakat Banjar yang
secara turun-temurun terus dijaga, konon arguci merupakan simbol kemewahan pembesar kesutanan Banjar dan para pagustian (bangsawan/keluarga kerajaan).

(banjarmasinpostwiki.tribunnews.com/Milna Sari)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved