KaltengPedia - Profil Taman Miniatur Budaya Dayak Kotawaringin Timur Kalteng

Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah memiliki Taman Miniatur Budaya Dayak.

Editor: Royan Naimi
banjarmasinpostwiki.tribunnews.com/Fathurahman
Rumah Betang yang ada di Taman Miniatur Budaya Kotawaringin Timur Kalimatan Tengah. 

BANJARMASINPOSTWIKI.TRIBUNNEWS.COM, SAMPIT- Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah memiliki Taman Miniatur Budaya Dayak.

Berlokasi di Jalan Pramuka Kelurahan Sawahan Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit yang merupakan salah satu aset budaya di Bumi Habaring Hurung.

Taman Miniatur Budaya Dayak ini di bangun sejak 16 Februari 2003 di lahan sekitar satu hektare.

Letaknya tepat di belakang Masjid Agung Wahyu Al-Hadi yang berada di Jalan Jenderal Soedirman kilpmeter 3,2  arah Sampit-Pangkalanbun (Kabupaten Kotawaringin Barat).

Baca juga: KaltengPedia - Profil UPTD Balai Latihan Kerja Kabupaten Kapuas

Baca juga: KalselPedia - Polresta Banjarbaru Membawahi Lima Polsek, Berikut Lokasi dan Alamatnya

Baca juga: KalselPedia - Museum Rakyat Kabupaten HSS, Ada Miniatur Masjid Baangkat dan Pakaian Zaman Dahulu

Di lokasi Taman Miniatur Budaya Dayak Kotim ini, banyak dibangun rumah-rumah adat dengan berbagai bentuk.

Hingga saat ini masih terjaga dengan baik, karena merupakan aset budaya dan pariwisata Kabupaten Kotim yang selama ini juga masih aktif untuk kegiatan dan kunjungan tamu yang ingin melihat miniatur budaya di Kotim.

Memasuki Taman Miniatur Budaya Dayak ini, pengujung bisa lewat jalan belakang Masjid Agung Wahyu Al Hadi.

Tempatnya juga mudah dijangkau hanya menggunakan sepeda motor atau mobil dari pusat kota hanya sekitar 20 menit.

Taman Miniatur Budaya Dayak Kotim, terdapat bangunan  sejumlah rumah adat dayak juga ada balai keramat ada yang warna kuning, putih dan merah.

Balai keramat warna putih dinamakan jata, adalah penguasa alam air. Balai keramat berwarna merah, disebut patahu, penguasa kampung. 

Sedangkan, balai keramat berwarna kuning disebut sangumang, sebagai penguasa rejeki atau dapat ngetes umat manusia menurut kepercayaan orang Dayak.

Di kawasan tersebut juga ada, Balai Basarah, Rumah Retang atau Huma Betang, merupakan yang bentuknya memanjang dengan pondasi tinggi.

Bukan hanya itu, di kawasan Miniatur Budaya Dayak juga ada Rumah Banjar, serta rumah adat lainnya dari suku asli di Indonesia.

Kawasan tersebut juga kerap dilaksanakan kegiatan seni dan budaya pementasan seni yang dulunya dilakukan rutin setiap tahun.

Namun selama pandemi kegiatan ditiadakan misalnya mamapas lewu atau membersihkan kampung. 

(banjarmasinpostwiki.tribunnews.com/faturahman)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved