KalselPedia - Profil DPMPTSP Tanahlaut, Kawasan Industri Jorong Jadi Harapan Baru

Pengembangan Kawasan Industri Jorong (KIJ) masih menapaki jalan yang panjang dan menjadi harapan meningkatkan PAD kabupaten Tanahlaut.

Editor: Royan Naimi
istimewa
Pelabuhan Pelaihari di Swarangan yang merupakan proyek strategis nasional di Kawasan Industri Jorong. 

BANJARMASINPOSTWIKI.TRIBUNNEWS.COM, PELAIHARI - Pengembangan Kawasan Industri Jorong (KIJ) masih menapaki jalan yang panjang.

Pasalnya hingga sekarang belum ada investor baru yang ingin menanamkan investasinya mengelola kawasan industri baru tersebut.

Di kawasan tersebut telah berdiri pelabuhan umum berskala besar yang dibangun oleh pemerintah pusat dan selanjutnya bakal dikelola Pemkab Tala.

Pelabuhan di wilayah Desa Swarangan, Kecamatan Jorong, yang diberi nama Pelabuhan Pelaihari itu dibangun di atas lahan yang luas. Sejumlah fasilitas penunjang juga telah dibangun.

Baca juga: KalselPedia - Profil DPMPTSP Tanahlaut, Setahun Proses Lebih 3.000 Perizinan

Baca juga: KalselPedia - Tradisi Batumbang Anak di Hulu Sungai Kalsel, Bayi Dinaikkan ke Mimbar Masjid

Baca juga: KalselPedia - Layanan Tes GeNose Covid-19 Biaya Murah di Bandara Internasional Syamsudin Noor

Januari 2021 lalu ujicoba pembongkaran barang sukses dilakukan setelah sebumnya.juga telah dilaksanakan ujicoba pengirimam barang ke luar pulau.

Pertemuan secara virtual Bupati Tala HM Sukamta dengan Presiden Komisaris PT Jababeka Tbk Setyono Djuandi Darmono 23 Februari 2021 lalu belum mengarah investasi program strategis nasional (PSN) itu.

Ekspektasi awal pertemuan tersebut membahas rencana investasi PT Jababeka Tbk di KIJ.

Namun pembahasan lebih mengarah pada saran pihak perusahaan swasta ternama tersebut kepada Pemkab Tala terhadap upaya pengembangan KIJ.

Bupati Tala HM Sukamta menegaskan keseriusan pemerintahannya mengembangkan KIJ melalui topangan penguatan sektor hulu hingga hilir.

Termasuk kesiapan memberi kemudahan perizinan bagi investor. Dilanjutkan paparan visual melalui slide proyektor.

Pemerintah Kabupaten Tanahlaut saat ini mempertimbangkan pelimpahan pengelolaan Kawasan Industri Jorong (KIJ) kepada pemerintah pusat.

Ruang pelayanan DPMPTSP Tanahlaut.
Ruang pelayanan DPMPTSP Tanahlaut. (banjarmasinpostwiki.tribunnews.com/Idda Royani)

Hal itu setelah adanya saran dari Presiden Komisari PT Jababeka Tbk Setyono Djuandi Darmono saat membahas KIJ secara virtual.

Bupati Tala H Sukamta mengatakan dua skenario pengembangan KIJ yang dicetuskan petinggi PT Jababeka cukup bagus.

Pemerintahanya akan menindaklanjuti dan membahas kembali secara lebih mendalam dengan perusahaan ternama di Tangerang itu.

Sukamta mengatakan bagi dirinya adalah percepatan pengembangan KIJ di atas segala kepentingan. Karena itu, jika memang pelimpahan ke pemerintah pusat adalah langkah terbaik, pemerintahannya siap melakukan hal itu.

Apalagi pengalaman yang ada di negeri ini, pengembangan Batam melalui otorita yang dibentuk pemerintah pusat terbukti berhasil. Kini Batam menjelma bak Singapuranya Indonesia.

Karena itu pihaknya juga akan segera menyusun proposal guna disampaikan ke pemerintah pusat terkait alternatif pelimpahan pengelolaan KIJ tersebut.

Pemerintahannya juga tertarik fasilitasi yang disampaikan pihak Jababeka untuk belajar pengembangan kawasan industri di Singapura sehingga kini negara kecil tersebut secara ekonomi menjadi yang terkuat di Asia Tenggara.

Sukamta menegaskan membangun kawasan industri memang tak gampang dan tak bisa cepat. Diperlukan waktu sekitar 25 tahun, karena itu langkah-langkahnya harus dipersiapkan bertahap dan berkelanjutan.

Orang nomor satu di Tala ini menegaskan pemerintahannya sangat serius mengembangkan KIJ. Karenanya saat ini penggandengan investor juga terus dilakukan.

Selama ini sejak sekitar lima tahun saat KIJ dikelola PT Jorong Port Development namun tak ada progres sehingga izinnya pun telah dicabut.

Saat ini Dinas PMPTSP Tanahlaut sedang mengatur agenda untuk bertandang langsung ke PT Jababeka di Tangerang guna membahas lebih mendalam mengenai pengembangan KIJ.

(banjarmasinpostwiki.tribunnews.com/idda royani)

Ikuti kami di
KOMENTAR
1301 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved