Sejarah Singkat Kota Banjarbaru

KalselPedia - HUT ke-22 Kota Banjarbaru, Wilayahnya Bermula dari Kawasan yang Disebut Gunung Apam

Selasa (20/4/2021) ini Kota Banjarbaru memperingati hari jadi ke-22 tahun. Berikut sejarah singkat terbentuknya Kota Banjarbaru.

Editor: Royan Naimi
istimewa
Balai Kota Banjarbaru 

BANJARMASINPOSTWIKI.TRIBUNNEWS.COM, BANJARBARU - Selasa (20/4/2021) ini Kota Banjarbaru memperingati hari jadi ke-22 tahun.

Tema HUT ke-22 Kota Banjarbaru tahun ini mengusung tema “Bersama kita wujudkan Banjarbaru Juara, Banjarbaru Maju, Agamis dan Sejahtera”.

Berikut sejarah singkat Kota Banjarbaru; Wilayah Kota Banjarbaru yang sekarang, dahulunya adalah perbukitan di pinggiran Kota Martapura yang dikenal dengan nama Gunung Apam.

Daerah Gunung Apam dikenal sebagai daerah persitirahatan buruh-buruh penambang intan selepas menambang di Cempaka.

Baca juga: KalselPedia - Profil Inter Club Indonesia Regional Banjarmasin

Baca juga: KaltengPedia - Profil Islamic Center Sampit di Kabupaten Kotawaringin Timur Kalteng

Baca juga: Satu Keluarga di Kabupaten Tanahlaut Ini Bikin Spatula dan Perabot Dapur dari Limbah Kayu Ulin

Pada era tahun 1950-an, Gubernur dr Murjani dibantu seorang perencana Van der Pijl merancang Banjarbaru sebagai Ibu kota Provinsi Kalimantan.

Namun pada perjalanan selanjutnya, perencanaan ini terhenti sampai pada perubahan status Kota Banjarbaru menjadi Kota Administratif.

Nama Banjarbaru hanyalah nama sementara yang diberikan Gubernur dr Murjani, untuk membedakan dengan Kota Banjarmasin, yaitu kota baru di Banjar.

Namun perkembangan kemudian nama Banjarbaru rupanya diterima oleh masyarakat hingga resmi melekat hingga sekarang.

Dulunya sebagai kota administratif, Kota Banjarbaru berada dalam lingkungan Kabupaten Banjar, dengan ibu kotanya Martapura. Jadi Kota Banjarbaru merupakan pemekaran dari Kabupaten Banjar.

Kota Banjarbaru berdiri berdasarkan Undang-undang (UU) Nomor 9 Tahun 1999.

Lahirnya UU tersebut menandai berpisahnya Kota Banjarbaru dari Kabupaten Banjar yang selama ini merupakan daerah administrasi induk.

Kota Banjarbaru yang sebelumnya berstatus sebagai Kota Administratif, sempat berpredikat sebagai kota administratif tertua di Indonesia.

Kini, jumlah penduduk di Kota Banjarbaru terus berkembang dengan adanya perpindahan penduduk dari luar Kota Banjarbaru, baik dari Kalimantan sendiri maupun dari luar Kalimantan.

Perkembangan penduduk ini beriringan dengan semakin terbukanya wilayah Kota Banjarbaru, baik untuk kawasan permukiman serta Bandar Udara Syamsudin Noor maupun peruntukan yang lain.

Gunung Apam termasuk wilayah Kampung Guntung Payung, Kampung Jawa, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar.

Pada 1951, Gubernur dr. Murdjani menyampaikan usulan untuk merancang Gunung Apam menjadi Kota Banjarbaru sebagai calon Ibu kota Provinsi Kalimantan.

Selanjutnya 1953, pembangunan perkantoran dan pemukiman di Banjarbaru, dirancang oleh D.A.W. Van der Peijl.

Berikutnya 9 Juli 1954, Gubernur KRT Milono mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk memindahkan ibu kota Provinsi Kalimantan ke Banjarbaru, namun tidak ada realisasi.

Selanjutnya pada 27 Juli 1964, DPRD-GR Kalimantan Selatan mengeluarkan resolusi agar Banjarbaru ditetapkan sebagai Ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan.

6 Oktober 1965, Panitia Penuntut Kotamadia Banjarbaru menuntut agar meningkatkan status Banjarbaru menjadi daerah tingkat II/kotapraja dan mendesak direalisasi Kota Banjarbaru menjadi ibu kota Provinsi Kalsel.

12 Oktober 1965, DPRD-GR Tingkat II Banjar di Martapura mendukung desakan direalisasikannya Kota Banjarbaru menjadi ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan.

17 Agustus 1968, penetapan status Banjarbaru sebagai Kota Administratif. Pada 27 April 1999, penetapan status Banjarbaru sebagai Kotamadya.

(banjarmasinpostwiki.tribunnews.com/aprianto)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved