Kabupatan Tanahlaut

Satu Keluarga di Kabupaten Tanahlaut Ini Bikin Spatula dan Perabot Dapur dari Limbah Kayu Ulin

Di Kabupaten Tanahlaut (Tala) Kalimantan Selatan (Kalsel), ada perajin spatula. Tepatnya di RT 04 RW 02 Desa Kandanganlama, Kecamatan Panyipatan.

Editor: Royan Naimi
banjarmasinpostwiki.tribunnews.com/Idda Royani
Jony Fink memperlihatkan cobek bikinannya berbahan limbah kayu ulin di Kabupaten Tanahlaut, Kalsel. 

BANJARMASINPOSTWIKI.TRIBUNNEWS.COM, PELAIHARI - Spatula adalah sebuah peralatan masak yang digunakan untuk mengambil masakan dari wajan, mengaduk bahan makanan, atau untuk menghias kue.

Beragam jenis spatula mudah dijumpai di pasaran. Umummya berbahan aluminum, kayu hingga plastik padat.

Di Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), juga ada perajin spatula. Tepatnya di RT 04 RW 02 Desa Kandanganlama, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanahlaut.

Perajinnya satu keluarga yang dimotori oleh sang anak yakni Jony Setiawan. Pemuda yang lebih dikenal dengan sapaan Jony Fink ini sangat gencar mempromosikan produk bikinan mereka.

Baca juga: Pelabuhan Rambang Palangkaraya Kalimantan Tengah Ditata Jadi Kawasan Wisata Kuliner Sungai

Baca juga: Profil Parkir Cafe Banjarmasin di Jalan Gatot Subroto Kalimantan Selatan

Baca juga: Profil Parkir Cafe Banjarmasin di Jalan Gatot Subroto Kalimantan Selatan

Bahan yang digunakan Jony Fink berupa kayu ulin limbah. Ia biasa membelinya dari warga di Kecamatan Jorong maupun Kintap.

Melalui skill khusus, limbah itu disulap menjadi spatula yang ciamik. Ukuran da bentuknya pun bervariasi.

Selain itu Jony Fink dan keluarganya juga membikin cobek bermotif bunga dan lainnya. Juga ada ulekan, sendok, garpu, alu, lesung, balogo hingga beragam jenis gantungan kunci.

Produk spatula kerajinan tangan Jony Fink yang memanfaatkan bahan baku limbah kayu ulin di Kabupaten Tanahlaut, Kalsel.
Produk spatula kerajinan tangan Jony Fink yang memanfaatkan bahan baku limbah kayu ulin di Kabupaten Tanahlaut, Kalsel. (istimewa)

Jony Fink menekuni kerajinan tangan tersebut sejak 2016 lalu. Ia menjalankan usaha itu bersama orangtuanya yakni Asrudin (51) dan Jumirah (50). Adiknya, Sayid Hasan (21) juga turut serta.

Penghasilan dari usaha itu cukup lumayan. Pada kondisi normal rata-rata ssbulan Rp 3 juta. Namun pandemi corona virus diseases (covid-19) turut menurunkan omsetnya, hanya sekitar Rp 1 juta.

Di tengah 'badai' pandemi saat ini, Jony Fink kian gencar mempromosikan produknya di akun sosial medianya yang kerap disertai narasi sastra yang sarat makna.

Pemuda ini memang dikenal piawai merangkai kata yang kerap membuat terpana orang yang membacanya.

(banjarmasinpostwiki.tribunnews.com/idda royani)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved