Desa Panjaratan di Kabupaten Tanahlaut

Wisata Kalsel, Desa Panjaratan di Kabupaten Tanahlaut, Turis Asing Susur Sungai Hutan Alam Bekantan

Keberadaan wisata susur sungai hutan Bekantan di Desa Panjaratan Kabupaten Tanahlaut mulai dikenal secara luas bahkan hingga dikunjungi turis asing.

Editor: Royan Naimi
Zahir Firdaus untuk banjarmasinpostwiki.tribunnews.com
Wisata Kalsel, rombongan turis susur sungai di kawasan Wisata Hutan Bekantan Desa Panjaratan di Kabupaten Tanahlaut.
Zahir Firdaus untuk banjarmasinpostwiki.tribunnews.com
Wisata Kalsel, eksotis di Wisata Alam Hutan Panjaratan di Kabupaten Tanahlaut, Kalsel.
Zahir Firdaus untuk banjarmasinpostwiki.tribunnews.com
Wisata Kalsel, kawasan Hutan Bekantan Desa Panjaratan di Kabupaten Tanahlaut.
banjarmasinpostwiki.tribunnews.com/Idda Royani
Wisata Kalsel, seorang warga Desa Panjaratan di Kabupaten Tanahlaut, menganyam daun nipah menjadi atap rumah.
banjarmasinpostwiki.tribunnews.com/Idda Royani
Wisata Kalsel, warga Desa Panjaratan di Kabupaten Tanahlaut berbincang dengan tamu di titian jembatan desa.

BANJARMASINPOSTWIKI.TRIBUNNEWS.COM, PELAIHARI - Keberadaan wisata susur sungai hutan Bekantan di Desa Panjaratan Kabupaten Tanahlaut mulai dikenal secara luas bahkan hingga dikunjungi turis asing.

Bahkan sekitar dua tahun lalu pernah ada wisatawan asing yang datang yakni dari Australia dan Belanda.

Pihak pendiri Gerakan Hijau Peduli Bekantan Tanahlaut (Gahipta) dan Yayasan Bhakti Insan Borneo selama ini memang menjalin kerjasama dengan komunitas Sahabat Bekantan Indonesia (SBI) Banjarmasin

Itu dalam upaya menggaungkan keberadaan wisata alam (satwa Bekantan) di Panjaratan.

Baca juga: Wisata Kalsel Desa Panjaratan di Kabupaten Tanahlaut, Ada Wisata Susur Sungai Hutan Bekantan

Baca juga: Wisata Kalsel Desa Panjaratan di Kabupaten Tanahlaut, Hanya Belasan Menit dari Kota Pelaihari

Baca juga: Perajin Daun Nipah di Desa Panjaratan Kecamatan Pelaihari Tanahlaut, Digeluti Secara Turun-temurun

Baca juga: Depo Arsip Kota Banjarmasin Sediakan Perpustakaan Digital

Para turis mancanegara mengetahui keberadaan wisata alam Panjaratan juga berkat promosi yang gencar mereka lakukan di sosial media bersama SBI Banjarmasin.

Para turis yang pernah berkunjung sangat puas melihat populasi bekantan serta kondisi sungai di wilayah Panjaratan yang masih alami.

Kelesuan kunjungan di Wisata Hutan Bekantan Panjaratan turut menjadi perhatian khusus pendiri Gerakan Hijau Peduli Bekantan Tanahlaut (Gahipta) dan Yayasan Bhakti Insan Borneo.

Pegiat organisasi nirlaba itu saat ini sedang menggagas pengemasan paket wisata setempat dipadu dengan beberapa objek wisata lainnya di Tala.

Mereka sedang menggodok pengemasan paket wisata yang menggabungkan beberapa tempat wisata menarik lainnya di Tala. Destinasi utama di wisata alam Panjaratan.

Rencana kemasan paket wisata tersebut, paparnya, dimulai dari kunjungan ke Gunung Keramaian di Desa Ujungbatu, Kecamatan Pelaihari. Lalu ke wisata alam (Bekantan) Panjaratan.

Selanjutnya ke wisata alam hutan mangrove di Desa Pagatanbesar, Kecamatan Takisung, dan berakhir di Pantai Takisung.

Wisata Kalsel, bekantan di kawasan Hutan Bekantan Desa Panjaratan di Kabupaten Tanahlaut.
Wisata Kalsel, bekantan di kawasan Hutan Bekantan Desa Panjaratan di Kabupaten Tanahlaut. (istimewa)

Paket wisata tersebut diyakini berprospek cerah karena mengemas beberapa wisata alam khas di Tala yang masing-masing memiliki keunggulan tersendiri.

Di Gunung Keramaian misalnya dari puncak tersaji panorama alam yang teramat indah. Pengunjung dapat mengintip Kota Pelaihari yang dikelilingi perbukitan dan pegunungan yang menghijau.

Wisata alam di Panjaratan pengunjung dapat menikmati eksotisme susur sungai yang masih alami. Menaiki kelotok khusus selama sekitar 25 menit tiba di hutan yang menjadi 'rumah' satwa langka khas Kalsel yakni Bekantan.

Populasinya sekitar 500 ekor yang hidup secara berkoloni. Keberadaan satwa itu kami jaga dan lindungi bersama warga kampung.

Selama menyusuri sungai setempat pun pelancong telah termanjakan oleh suasana alam yang masih alami. Apalagi telah tersedia armada khusus berupa kelotok berukuran besar berkapasitas sekitar 80 orang.

Kelotok itu bantuan Pemprov Kalsel. Dirancang khusus untuk wisata susur sungai. Tempat duduknya dilengkapi meja, bisa ngopi sehingga berasa seperti ngopi di kafe.

Kemudian di hutan mangrove di Pagatanbesar, pelancong dapat menikmati suasana hutan di pesisir pantai yang alami. Juga tersedia spot-spot berswafoto yang menarik.

Sedangkan panorama di Pantai Takisung publik di Banua ini telah cukup mengetahui keindahan pantainya. Apalagi sekarang fasilitasnya juga terus ditambah.

(banjarmasinpostwiki.tribunnews.com/idda royani)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved