Desa Panjaratan di Kabupaten Tanahlaut

VIDEO Wisata Kalsel, Desa Panjaratan di Kabupaten Tanahlaut, Ada Wisata Susur Sungai Hutan Bekantan

WPanjaratan adalah salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel)

Editor: Royan Naimi

BANJARMASINPOSTWIKI.TRIBUNNEWS.COM, PELAIHARI - Panjaratan adalah salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel).

Desa ini terletak di sisi barat wilayah Kecamatan Pelaihari. Dari ibu kota kabupaten jaraknya 10,7 kilometer atau berjarak tempuh sekitar 19 menit berkendara.

Menjangkau Panjaratan ada dua akses jalan. Pertama, melalui jalan raya Takisung melewati Desa Telaga. Kedua, melewati jalan raya A Yani arah ke Banjarmasin belok kiri ke jalan Desa Panggungbaru.

Kondisi jalan sama-sama mulus beraspal. Di beberapa titik memang ada lapisan aspal yang terkoyak, namun tak seberapa dan secara umum cukup nyaman dilintasi.

Baca juga: Wisata Kalsel, Desa Panjaratan di Kabupaten Tanahlaut, Turis Asing Susur Sungai Hutan Alam Bekantan

Baca juga: Perajin Daun Nipah di Desa Panjaratan Kecamatan Pelaihari Tanahlaut, Digeluti Secara Turun-temurun

Baca juga: Depo Arsip Kota Banjarmasin Sediakan Perpustakaan Digital

Jika menapaki jalan Desa Panggungbaru, maka akan melewati Gunung Keramaian sebelum kemudian mencapai Desa Tungkaran dan tiba di Panjaratan.

Saat ini Desa Panjaratan dipimpin oleh Sahibul Yani (kepala desa). Kantor desa terletak di pinggiran desa arah ke perbatasan dengan Desa Telaga.

Sebagian besar penduduk setempat berprofesi sebagai petani padi. Sebagian lagi nelayan air tawar dan pedagang. Pertanaman padi berupa sawah di lahan rawa yang dipengaruhi pasang surut sungai.

Sebagian Rumah Warga Berdiri di Atas Rawa

Permukiman penduduk di Desa Panjaratan memiliki ciri khas dibanding desa lainnya di Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel).

Kekhasan tersebut yakni sebagian rumah warga berdiri di atas kawasan rawa dalam. Konstruksi rumah panggungnya lumayan tinggi karena genangannya juga cukup dalam.

Lantaran berada di atas lahan rawa, akses jalan lingkungan setempat berupa jalan titian berkonstruksi kayu. Lebarnya sekitar dua meter sehingga ketika berkendara dan berpapasan mesti hati-hati.

Jika ditotal, cukup panjang juga bentang jalan titian kayu tersebut, setidaknya mencapai ratusan meter. Pasalnya cukup banyak juga jalan persimpangan jalan lingkungan setempat.

Pada puncak musim penghujan, jalan titian kayu tersebut kerap tenggelam oleh luapan banjir. Seperti pada banjir besar yang terjadi pertengahan Januari 2021 kemarin.

Kondisi jalan titian kayu tersebut saat ini banyak yang mulai keropos. Maklum, usia jalan titian kayu tersebut juga telah cukup lama sehingga meski berbahan kayu ulin, namun seiring waktu juga mulai mengalami kerusakan.

Rumah warga Panjaratan yang berada di daatan hanya yang berada di kanan kiri jalan utama desa. Itu pun umumnya hanya bagian teras yang berupa tanah, sedangkan badan rumah tetap berdiri di atas rawa.

Penghasil Atap Nipah, Pengrajin Turun Temurun

Atap nipah merupakan atap yang terbuat dari daun tumbuhan nipah. Sejak masa lalu, kehidupan penduduk Kalimantan Selatan (Kalsel) sangat dekat dengan atap tradisional ini.

Umumnya rumah penduduk di Banua ini pada masa silam beratap daun nipah. Pada klaster sosial yang lebih tinggi, biasanya rumah beratap kayu ulin.

Bisa dibilang tumbuhan nipah berlimpah di Kalsel terutama di daerah perairan. Pasalnya habitat tumbuhan ini memang berada di kawasan rawa, terutama rawa di sekitar tepian sungai.

Karena itu penduduk yang bermukim di kawasan rawa sungai, dulu cukup banyak yang menekuni aktivitas sebagai perajin atap daun nipah.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved