Perajin Daun Nipah di Pelaihari

Perajin Daun Nipah di Desa Panjaratan Kecamatan Pelaihari Tanahlaut, Digeluti Secara Turun-temurun

Ada beberapa tempat di Kabupaten Tanahlaut yang sebagian warganya sebagai perajin daun nipah. diantaranya di Desa Panjaratan Kecamatan Pelaihari.

banjarmasinpostwiki.tribunnews.com/Idda Royani
Perajin atap daun nipah Kabupaten Tala, Rawiyah, cekatan menganyam daun nipah menjadi atap. Sehari bisa dapat seratus lembar. 

BANJARMASINPOSTWIKI.TRIBUNNEWS.COM, PELAIHARI - Ada beberapa tempat di Kabupaten Tanahlaut yang sebagian warganya sebagai perajin daun nipah. diantaranya di Desa Panjaratan Kecamatan Pelaihari.

Atap nipah adalah atap yang terbuat dari daun tumbuhan nipah. Sejak masa lalu, kehidupan penduduk Kalimantan Selatan (Kalsel) sangat dekat dengan atap tradisional ini.

Pada masa silam, umumnya rumah penduduk di Banua ini beratap daun nipah. Pada klaster sosial yang lebih tinggi, biasanya rumah beratap kayu ulin.

Tumbuhan nipah bisa dibilang berlimpah di Kalsel terutama di daerah perairan. Pasalnya habitat tumbuhan ini memang berada di kawasan rawa, terutama rawa di sekitar tepian sungai.

Baca juga: Titik-titik Larangan Parkir di Kotabaru, Berikut Data dari Dinas Perhubungan Kotabaru Kalsel

Baca juga: Bundaran Soedirman atau Dikenal Bundaran Balangan di Kotim, Kental Motif Etnik Kalimantan Tengah

Baca juga: Tempat Berselfie Ada di Depo Arsip Banjarmasin

Itu sebabnya penduduk yang bermukim di kawasan rawa sungai, dulu cukup banyak yang menekuni aktivitas sebagai perajin atap daun nipah.

Di Kalsel, perajin nipah tersebar di berbagai daerah. Di antaranya di Kabupaten Tanahlaut (Tala), daerah agraris berjarak 65 kilometer dari Banjarmasin, ibu kota Kalsel.

Ada beberapa tempat di daerah berjuluk Bumi Tuntung Pandang ini yang sebagian penduduknya menggeluti profesi sebagai perajin daun nipah. Salah satunya di Desa Panjaratan, Kecamatan Pelaihari.

Panjaratan merupakan kampung kecil yang berada di pinggiran wilayah Pelaihari. Sebagian besar warga setempat petani padi, sebagian lainnya nelayan air tawar dan berdagang.

Rawiyah, salah satu perajin atap nipah di Panjaratan, yang hingga masa senjanya tetap setia dengan profesi itu. Hampir tiap hari ia menganyam daun nipah meski fisiknya tak sekuat dulu lagi.

Alasannya teramat sederhana, aktivitas itu telah berlangsung secara turun temurun dari kekuarga. Bagi perempuan lanjut usia ini, panipahan (orang yang menggeluti profesi membikin atap nipah) telah menjadi bagian dari kehidupannya.

Karena itu di sela aktivitasnya yang lain, dirinya tetap setia dengan dunia anyam-anyaman nipah itu. Meski sekarang serapan atau permintaan sepi seiring kian variatifnya produk atap modern.

(banjarmasinpostwiki.tribunnews.com/roy)

Ikuti kami di
Editor: Royan Naimi
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved