Larangan Parkir di Kotabaru

Titik-titik Larangan Parkir di Kotabaru, Berikut Data dari Dinas Perhubungan Kotabaru Kalsel

Di Kotabaru, ada beberapa titik lokasi dilarang parkir kendaraan roda dua maupun empat dengan alasan apapun karena menyangkut keselamatan orang.

Editor: Royan Naimi
banjarmasinpostwiki.tribunnews.com/Helriansyah
Jalan depan kantor Abdi Negara salah satu titik dilarang parkir kendaraan di Kotabaru. 

BANJARMASINPOSTWIKI.TRIBUNNEWS.COM, KOTABARU - Di Kotabaru, ada beberapa titik lokasi dilarang parkir kendaraan roda dua maupun empat dengan alasan apapun karena menyangkut keselamatan orang.

Tempat parkir adalah tempat dimana pemilik menghentikan kendaraan dan meninggalkannya dalam tidak waktu tidak lama.

Namun ada dua katagori dalam parkir, dibolehkan dan tidak diperbolehkan.

Pelarangan di titik tertentu sudah melalui kajian misal, rawan terjadi kecelakaan lalu lintas, menghambat kelancaran lalu lintas.

Baca juga: Bundaran Soedirman Dikenal Sebagai Bundaran Balanga di Kabupaten Kotawaringin Timur Kalteng

Baca juga: Ramah Buat Difabel Dimiliki Depo Arsip Banjarmasin

Baca juga: Penyangga Hutan Kota dan Tempat Pengembangan Ulin Tala Kalsel

Oleh karena itu, di titik-titik dilarang biasanya ditempatkan rambu tanda larangan oleh Dinas Perhubungan.

Berdasarkan data Dinas Perhubungan Kotabaru beberapa titik di larang parkir, depan RSUD Pangeran Jaya Sumitra, seputaran kantor Bupati dan kantor Abdi Negara, tikungan kantor DPRD dan di titik di jalan Putri Zaleha.

Tidak jarang dikeluhkan masyarakat khususnya pengendara, meski terpapang larangan parkir di beberapa titik sudah ditetapkan Dishub.

Namun jarang dipatuhi pemilik kendaraan, tertib ketika petugas terkait gencar melakukan penertiban.

Walau begitu belum ada efek jera terhadap pemilik kendaraan, karena tindakan dilakukan petugas Dishub sebagai pemegang regulasi khususnya hanya bersifat persuasif.

Kepala Dinas Perhubungan Kotabaru Sugiannor membenarkan, secara regulasi menjadi kewenangannya. Namun tindakan berupa tilang kewenangan pihak Satlantas.

Menurut Sugiannor selain diatur dalam aturan. Penetapan titik dilarang parkir berdasarkan aspirasi masyarakat, keluhan dan analisis keselamatan lalu lintas.

Pertigaan kantor DPRD dan Pemkab Kotabaru titik dilarang parkir, karena rawan lakalantas.
Pertigaan kantor DPRD dan Pemkab Kotabaru titik dilarang parkir, karena rawan lakalantas. (banjarmasinpostwiki.tribunnews.com/Helriansyah)

"Makanya diputuskan, di titik-titik itu memang dilarang parkir. Hanya yang berwenang menilang hanya kepolisian, Dishub hanya rambu-rambu," jelas Sugianor kepada banjarmasinpost.co.id, Rabu (24/3/2021).

Kembali meminta kepada masyarakat khususnya pemilik kendaraan dianggap paham aturan dan segala ketentuan peraturan lalulintas dan rambu.

"Nyatanya di jembatan tidak boleh parkir, ada yang parkir. Di tikungan, dekat lampu merah tidak boleh parkir. Kecuali ditoleransi, karena ada kepentingan untuk menjaga kelancaran lalu lintas. Sebab ada ada warung, orang pasti singgah di sana," katanya.

Memang dilematis, sebab kendati dilarangan parkir di tempat-tempat tertentu yang ditolerasi, karena pengendara tetap akan berhenti untuk membeli kebutuhan.

Dari beberapa titik dilarang parkir, paling vitalitas di tikungan kantor DPRD. Menjadi salah satu titik pencontohan, menyusulnya didapatnya penghargaan dari WTN.

"Jadi paling vital di pertigaan DPRD dan Pemda," pungkasnya.

(banjarmasinpostwiki.tribunnews.com/Helriansyah)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved