Vaksinasi Covid 19 di Banjarmasin

Kalselpedia Vaksinasi Covid- 19 di Banjarmasin, Kawasan Terpadat di Kalsel

Kota Banjarmasin menjadi wilayah di Kalsel yang paling sibuk mengatasi Covid-19. Berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kalsel, Rabu (17/03

Editor: Edi Nugroho
banjarmasinpostwiki.tribunnews.com/muhammad tabri
Btalk bersama kadinkes Kota Banjarmasin Dr Machli Riyadi SH MH 

banjarmasinpostwiki.tribunnews.com - Kota Banjarmasin menjadi wilayah di Kalsel yang paling sibuk mengatasi Covid-19. Berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kalsel, Rabu (17/03/2021).

Dari 24.858 kasus positif di provinsi ini, Banjarmasin menyumbang 6.402 kasus. Pelacakan perawatan dan vaksinasi terus dilakukan Dinas Kesehatan Banjarmasin. Dinas yang dipimpin Dr Machli Riyadi SH MH ini gencar melakukan sejumlah upaya.

Belakangan ini, langkah vaksinasi tahap pertama untuk prioritas tenaga kesehatan (nakes) telah terpenuhi, malahan melebihi target.

Vaksinasi untuk nakes telah rampung terhadap 10.262 orang, dari 6.950 yang dijadikan sasaran. Capaian ini menunjukkan angka 155 persen.

Baca juga: Tempat Penangkaran Anggrek Bulan Pelaihari Tala Kalsel

Adapun untuk tahapan kedua, yakni untuk pelayanan publik telah terlaksana vaksinasi kepada 9.157 orang dari 1.500 data sasaran yang diberikan Kemenkes.

Kedua golongan ini telah memenuhi target awal. Hanya saja untuk vaksinasi golongan lansia belum memenuhi target. Hal ini disebabkan para lansia beluk begitu paham dalam kemanfaatan vaksin.

Untuk itu, Machli pun mengupayakan sosialisasi lagi di kalangan masyarakat secara lebih maksimal.

Di sisi lain hal lain yang menyebabkan belum tercapainya target menurutnya adalah kesediaan vaksin itu sendiri belum tercukupi. Di samping banyaknya jumlah data yang bakalan menerima vaksin.

Machli pun menjelaskan, kesediaan vaksin sudah habis sebelum jatuh tempo mendekati kadaluarsa. Nah ini menepis rumor bahwa vaksin yang digunakan tidak aman lagi.

Terkait efek samping yang dialami para penerima vaksin, ia pun menyampaikan. Jika sekedar nyeri, atau kantuk itu wajar.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved