Penggagas Huntara

Mengenal Akbar Rahman Penggagas Huntara untuk Korban Banjir Kalsel

Banjir yang melanda Kalsel pada Januari 2021 lalu membuat banyak warga Kalsel yang kehilangan rumah atau rumahnya dalam kondisi rusak berat.

banjarmasinpostwiki.tribunnews.com /Milna
Akbar Rahman, penggagas Hunian Sementara (Huntara) Kalsel. 

banjarmasinpostwiki.tribunnews.com - Banjir yang melanda Kalsel pada Januari 2021 lalu membuat banyak warga Kalsel yang kehilangan rumah atau rumahnya dalam kondisi rusak berat. Akibatnya warga harus tinggal di tenda-tenda pengungsian untuk bernaung dari hujan dan panas.

Terbanyak korban banjir yang kehilangan rumah ada di Kabupaten Hulu Sungai Tengah di Kecamatan Batu Benawa dan Kecamatan Hantakan.

Namun beberapa hari ini warga yang kehilangan rumah mulai bisa tersenyum dengan adanya Hunian Sementara (Huntara) yang digagas Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Relawan Arsitek Peduli Banua yang dipelopori Akbar Rahman.

Warga sudah bisa menjalani hari dengan nyaman di dalam bilik-bilik huntara yang didesain nyaman dan aman.

Baca juga: Profil Bawaslu Kabupaten Banjar Kalsel

Ditangan Akbar Rahman bekerjasama dengan Pemkab HST dan bantuan donatur, Huntara sebanyak enam unit yang dapat menampung hingga 72 kepala keluarga selesai dibangun dalam waktu tiga Minggu.

Akbar Rahman yang merupakan salah satu dosen jurusan Arsitektur ULM ini awalnya hanya membagikan logistik bersama teman-temannya. Namun kemudian terpikir untuk memberikan bantuan pasca bencana bagi korban banjir. Hingga akhirnya terpikir untuk membuatkan desain Huntara bagi pemerintah daerah yang akan dibangun oleh Pemda.

Namun seiring berjalan, tak hanya desain. Akbar Rahman dan relawan lainnya justru terseret untuk ikut membantu hingga pengerjaan fisik selesai.

Hingga kini 90 persen warga korban banjir yang kehilangan rumah sudah mulai bisa bernafas lega dengan tinggal huntara.

Pada awalnya ada beberapa daerah yang disodorkan desain huntara, kemudian ada tiga kabupaten yang menghubungi Akbar, yakni Tala, Banjar dan HST. Namun pada perjalanannya hingga fisik hanya di HST. Tala dan Banjar hanya pada desain.

IAI Kalsel relawan Arsitek Peduli Banua mendesain huntara yang sederhana, simpel, desain mudah dan murah. Sehingga pada saat pelaksaan bisa cepat, simpel menggunakan desain modul material yang tersedia, tukang mudah mengerjakan. Namun tetap memperhatikan keselamatan dan kenyamanan penghuni. Struktur pondasi terapung meskipun tetap tanam ke tanah, sistem dijepit menerus di permukaan tanah dan menggunakan baja ringan.

Satu unit huntara biaya awalnya hanya Rp 75 juta untuk 10 hingga 11 bilik, namun karena ada penyesuaian harga karena pasca bencana anggarannya naik menjadi Rp 90 juta untuk 12 bilik.

Berbagai hambatan juga dialami saat proses pembangunan huntara yakni material bangunan yang hampir tidak ada karena jembatan putus, dan kebutuhan material meningkat sehingga untuk bahan bangunan huntara kini Akbar harus drop dari Banjarmasin. Selain itu harga material yang melonjak naik hingga 30 persen. Terkahir juga akses menuju ke lokasi pembangunan huntara juga sulit karena untuk masuk ke Desa Alat misalnya harus menyeberangi sungai sehingga harus mengangkut material dengan perahu karet.

Pada tahap pembangunan Akbar sempat mendapatkan isu jika warga tidak tertarik untuk pindah ke Huntara dan memilih menetap di tenda. Hal itu juga sempat membuat relawan yang membuat menjadi kurang semangat. Namun jelang tahap penyelesaian, warga justru berlomba-lomba untuk masuk huntara. Bahkan ada yang booking duluan dengan menuliskan nama mereka di pintu-pintu huntara sebagai tanda jika mereka yang akan menempati huntara tersebut

Sejak awal sebelum Relawan Arsitek Peduli Banua membangun melakukan survey lokasi terlebih dahulu. Akbar dan relawan lain memastikan jika tanah yang akan bangun tidak akan menimbulkan masalah di kemudian hari. Pihaknua juga berkoordinasi dengan kepala desa dan kepala desa juga menjamin untuk lokasi tersebut. Jika sudah ada hunian tetap, huntara bisa digunakan untuk wadah pertemuan desa atau yang lain yang bisa bermanfaat. Atau jika ingin dibongkar, bahan bangunan huntara juga masih bisa dimanfaatkan untuk bangunan masyarakat.

Kini pembangunan huntara yang diinisiasi Akbar hampir selesai, meski begitu tetap memerlukan ukuran tangan relawan untuk bahan material bangun. Bagi donatur yang ingin membantu pembangunan huntara lainnya untuk menampung pengungsi di Kecamatan Hantakan bisa menghubungi di kontak Akbar Rahman di 0813 5100 0059.
(banjarmasinpostwiki.tribunnews.com /Milna).

Ikuti kami di
Editor: Edi Nugroho
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved