Penggagas PDAM Desa

Lebih Dekat dengan Imam Maliki, Penggagas PDAM Desa Tanahlaut

H Imam Maliki SH lahir di Jember 5 Mei 1976. Ia merupakan anak keempat dari delapan bersaudara yang berasal dari keluarga petani di Pulau Jawa.

banjarmasinpostwiki.tribunnews.com /idda royani
Inilah contoh sampel air keruh dan yang telah menjadi jernih dan higienis setelah diolah menggunakan karnon aktif. 

banjarmasinpostwiki.tribunnews.com - H Imam Maliki SH lahir di Jember 5 Mei 1976. Ia merupakan anak keempat dari delapan bersaudara yang berasal dari keluarga petani di Pulau Jawa.

Sejak semasa kecil, Imam telah memperlihatkan ketekunan belajar dan semangat yang tinggi. Bersifat mandiri dan tak mau berpangku tangan.

Bahkan, selepas lulus sekolah penyuluh pertanian (SPP) di Jember tahun 1990, Imam nekat merantau ke Pulau Kalimantan. Ia sendirian bermodal tekad kuat untuk mengubah nasib dan meretas hidup yang layak.

Tujuannya adalah Kota Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut (Tala), sebuah kota kecil di wilayah selatan Kalsel. Berjarak 65 kilometer dari Banjarmasin, ibu kota Kalsel.

Baca juga: Minimalisir Titipan Pembesuk dengan Muatan yang Dilarang, Berlakukan Uang Elektronik

Baginya Kalsel, khususnya Kabupaten Tala, adalah tempat yang aman dan nyaman untuk meretas hidup yang lebih baik. Setidaknya tidak ada gempa seperti di Jawa yang kerap membuatnya tak tenang.

Kebetulan pascalulus SPP dirinya dibantu seseorang untuk mendapatkan pekerjaan di lingkungan pabrik gula PTPN di Desa Ambungan, Kecamatan Pelaihari. Ia menjadi pekerja harian pada bidang riset tanaman tebu.

Imam pun rela menjual sepeda motornya, Honda Super Cup, dan laku Rp 1 juta. Uangnya ia gunakan untuk.membeli tiket pesawat terbang ke Banjarmasin.

Sekitar tiga perempatnya ludes untuk membeli tiket seharga Rp 700 ribu. Tergolong cukup mahal dengan kurs rupiah yang kala itu masih lumayan tinggi.

Jadi, Imam merantau ke Kalsel cuma mengenggam uang tunai Rp 300 ribu. Uang itu ia gunakan seefisien mungkin. Apalagi di PTPN kala itu diirinya bukan karyawan tetap dan ia numpang tinggal di rumah jabatan salah satu petinggi perusahaan milik negara itu.

Tahun 1993 Imam mendapat jodoh dan selama beberapa tahun sempat numpang tinggal di rumah mertua. Ia dikaruniai tiga orang anak.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Edi Nugroho
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved