Pasar Budaya Racah Mampulang

Pasar Budaya Racah Mampulang, Konsep Pasar Tradisional di Tengah Persawahan

Pasar Budaya Racah Mampulang, Desa Balida, Kabupaten Balangan adalah satu pasar tradisional yang dikelola oleh Pokdarwis Desa Balida

banjarmasinpostwiki.tribunnews.com /isti rohayanti
Kepala Desa Balida, Syahridin mengabadikan momen saat berada di manara pantau wisata Pasar Budaya Racah Mampulang 

Editor: Edi Nugroho

banjarmasinpostwiki.tribunnews.com - Pasar Budaya Racah Mampulang, Desa Balida, Kabupaten Balangan adalah satu pasar tradisional yang dikelola oleh Pokdarwis Desa Balida. Pasar ini merupakan wisata budaya yang dikembangkan oleh Kepala Desa Balida, Syahridin.

Sejak 2019 lalu, konsep pasar budaya ini telah digarap langsung oleh Kepala Desa Balida. Kemudian setelah selesai dibangun, peresmian pun dilakukan pada Januari 2020 kemarin.

Pasar Budaya Racah Mampulang menggambarkan pasar tradisional yang berada di tengah sawah warga.

Ada dua konsep yang ditawarkan. Satu pasar yang berada di perkebunan dan satu lainnya ada di tengah persawahan.

Baca juga: VIDEO Buah dan Varian Durian di Meekfarm Banjarbaru Bisa Dibeli Secara Online

Awalnya pengembangan wisata ini fokus pada daratan yang ada di pinggiran sawah. Banyak warung yang dibangun dengan menawarkan jualan tradisional. Di antaranya kue-kue khas banjar dan buah-buah di Balangan.

Tak hanya itu, karena konsepnya yang menawarkan budaya tradisional, permainan tradisional pun juga dilangsungkan. Bahkan kepala desa berupaya meningkatkan kesenian tradisional setempat.

Syahridin menerangkan, keberadaan pasar budaya ini juga untuk memberdayakan masyarakat. Meningkatkan ekonomi mereka dan mengembangkan kemampuan untuk UMKM. Apalagi ada pelatihan yang juga diberikan kepada UMKM tersebut.

"Melalui pasar ini pula sebagai upaya kami untuk memberdayakan kegiatan masyarakat. Terutama UMKM di desa dan meningkatkan ekonomi mereka," ucap Syahridin.

Terlebih, mereka yang terlibat dalam pasar budaya adalah warga asli Desa Balida, baik para pedagang, pengelola maupun pemeran keseniannya.

Pasar Budaya Racah Mampulang ini pula sempat menjadi ramai sejak dibuka pada Januari 2020 lalu. Perdua minggu sekali, pasar ini dijadwalkan beroperasional. Namun karena pandemi Covid 19 melanda pada Maret 2020, lantas pasar pun ditutup sementara waktu.

Awal tahun 2021, pengembangan terhadap wisata pasar budaya terus dilakukan. Konsep baru pun ditawarkan. Bahkan pembangunan pasar budaya sudah mencapai 60 persen.

Dalam tempo dekat ujar Syahridin, Pasar Budaya itu pun akan dirampungkan. Kemudian secara resmi kembali dibuka. (banjarmasinpostwiki.tribunnews.com /isti rohayanti)

Ikuti kami di
Editor: Edi Nugroho
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved