Minuman Herbal Berbahan Rempah

VIDEO : Usaha Rumah Tangga Minuman Herbal Berbahan Rempah di Kabupaten HSU

VIDEO : Usaha Rumah Tangga Minuman Herbal Berbahan Rempah di Kabupaten HSU

Editor: Royan Naimi

Penulis wartawan banjarmasinpost.co.id Dony Usman

BANJARMASINPOSTWIKI.COM - VIDEO : Usaha Rumah Tangga Minuman Herbal Berbahan Rempah di Kabupaten HSU.

Beberapa industri rumah tangga saat ini berkembang di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Salah satunya industri rumah tangga minuman herbal Alkarimi Home Industri, di Jalan Pembalah Batung, Kelurahan Paliwara, Kecamatan Amuntai Tengah, HSU, Kalsel.

Jalan Pembalah Batung ini merupakan ruas jalan yang melintasi kota Amuntai untuk menuju Kabupaten Tabalong dan juga ke Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).

Uji Kalibrasi Alat Kesehatan Dilakukan Minimal Satu Tahun Sekali

Industri Rumah Tangga Minuman Herbal Berbahan Rempah di HSU

VIDEO: Bekantan Rescue Center, Pusat Rehabilitasi Sebelum Pelepasliaran

Minuman herbal berupa serbuk siap sedih ini dibuat dari bahan rempah-rempah, seperti jahe, kunyit dan temulawak.

Usaha minuman herbal yang dilabeli Sari Sehat Alkarimi ini digeluti Aripin (45) yang merupakan seorang ASN di Dinas Pendidikan Kabupaten HSU.

Awal adanya usaha ini sejak sekitar pertengahan tahun 2011 dan hingga sekarang sudah sangat berkembang.

Pemasaran produk minuman herbal ini selain di wilayah HSU, juga sudah sampai ke daerah lain di Kalsel dan juga bahkan hingga ke Kalimantan Timur (Kaltim).

Untuk pengolahan dikerjakan di sebuah bangunan yang menjadi gudang pengolahan sekaligus juga penjualan.

Di gudang ini dilakukan proses mulai tahapan pemilihan rempah, pencucian rempah dengan mesin cuci, penghalusan serbuk, memasaknya dengan dua wajan besar hingga proses pengemasan.

Serbuk minuman herbal ini ada yang dikemas dalam toples plastik dan juga ada yang dalam kemasan gelas plastik.

Aripin membuat sendiri minuman herbal berbahan rempah ini pada pertengahan 2011 karena ingin dkonsumsi sendiri untuk mengobati sakit rematiknya.

Setelah berhasil membuat sendiri barulah kemudian dijadikan usaha yang awalnya hanya menjual salam kemasan bungkus plastik.

Lalu di pertengahan tahun 2012 semua persyaratan sebagai home industri resmi sudah bisa dipenuhi, produknya pun menjadi olahan yang sudah terdaftar dan berlabel halal.

Beberapa pelatihan untuk meningkatkan usahanya juga pernah diikuti, baik yang dilaksanakan pemerintah daerah dan instansi lainnya.

Secara bertahap usahanya pun terus berkembang hingga saat ini bahkan juga pernah diikutkan dalam ajang pameran, baik di daerah maupun nasional.

Dari usaha ini juga dirinya sekarang mendapatkan penghasilan tambahan, karena omsetnya dalam sebulan mencapai Rp 10 juta.Selain itu juga memberikan peluang usaha bagi yang lain.

(banjarmasinpostwiki.tribunnews.com/dony usman)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved