Sumur Bur Kabupaten Batola

Sumur Bor Api Sungai Sangkai Kabupaten Batola, Air Menyembur Disertai Aroma Gas

Sumur bor api adalah sumur yang ada di Sungai Sangkai, Desa Bedandan, Kecamatan Cerbon, Kabupaten Batola.

Editor: Royan Naimi
banjarmasinpostwiki.com/edi nugroho
Kabid Energi Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) atau Pertambangan Provinsi Kalsel, Sutikno dan Kabid Pengendalian Dampak Lingkungan DLH Kabupaten Batola, Alfiansyah melihat api yang dari pipa sumur bor di RT 01 dan 02 Sungai Sangkai Desa Bedandan, Kecamatan Cerbon,, Senin (2/11/19) sore. 

Penulis wartawan banjarmasinpost.co.id Edi Nugroho

BANJARMASINPOSTWIKI.COM - Sumur bor api adalah sumur yang ada di Sungai Sangkai, Desa Bedandan, Kecamatan Cerbon, Kabupaten Batola.

Berawal dari tiga sumur bor proyek bantuan sarana lingkungan (Sarling) Pemkab Batola yang mengeluarkan api.

Penemuan gas dari pengeboran dengan kedalaman sekitar 30 sampai 40 meter ini menggemparkan warga Sungai Sangkai.

Warga pun silih berganti melihat keberadan api dari sumur bor tersebut.

Pekerja sumur bor awalnya menggali kedalaman 40 meter dan ditemukan air asin.

Tiga Kuliner Khas Banjar yang Selalu Diburu Wisatawan

Inilah Jalan Tembus Panglima Batur di Kota Banjarbaru Kini Sudah Bisa Digunakan, Hanya Satu Arah

Kecamatan Seranau, Cikal Bakal Berdirinya Kota Sampit

Sumur bor mengeluarkan bau seperti gas elpiji, keluar bersama air yang berasal dari bawah tanah.

Jika ingin mencium bau gas tersebut, mesin air yang dipakai untuk mengangkat air dari dalam tanah harus dihidupkan terlebih dahulu.

Untuk menghidupkan api di selang besi ini harus menghidupkan dulu mesin pompa airnya.

Dibuat dua cabang, satu untuk gas dan satunya lagi untuk air, sehingga air dan gas tidak tercampur.

Jika sudah tercium bau gas, baru dinyalakan dengan korek api.

Api yang menyala akan semakin membesar seiring lamanya mesin air itu dihidupkan.

Air sumur bor yang mengandung gas dinyatakan tetap layak konsumsi, tapi harus dimasuk terlebih dahulu sampai mendidih.

Dari empat sumber air yang dijadikan sampel, tidak terkandung zat-zat berbahaya.

Semua zat kimiawi yang terkandung masih dalam batas aman, mengingat air maupun gas merupakan unsur terpisah dan tak saling bercampur.

Hasil laboratorium menunjukkan pH atau keasaman keempat titik tersebut berkisar antara 6,19 hingga 7,30.

Sementara batas maksimum yang dianjurkan dalam rentang 6,5 hingga 8,5.

Kemudian sianida (CN) yang berbahaya untuk kesehatan, juga masih jauh dari batas maksimum 0,1.

Keempat titik sampel menghasilkan nilai 0,0177 hingga 0,002. Demikian pula zat-zat lain seperti kesadahan (CaCO3), nitrat (HNO3), nitrit (NaNO2), sulfat (SO2), besi (Fe), seng (Zn), mangan (Mn) dan tembaga (Cu) yang kesemuanya masih di bawah batas maksimum.

Meski demikian, bukan berarti air tersebut dapat langsung dikonsumsi.

Sesuai tipikal air tanah, kandungan bakteri MPN caliform dan escherichia coli yang terkandung dalam air sumur bor Badandan terbilang tinggi.

Anjuran yang diberikan adalah air jangan langsung dimasak, tetapi lebih dahulu ditampung dan diendapkan.

Dianjurkan air permukaan yang diambil untuk dimasak.

(Banjarmasinpostwiki.tribunnews.com/edi nugroho)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved