Sejuta Orang Lakukan Unjuk Rasa di Chile Tuntut Reformasi Ekonomi, Sekitar 7 Ribu Orang Ditangkap

Dilaporkan lebih dari satu juta orang melakukan unjukrasa di Chile, Jumat, (25/10/2019), waktu setempat untuk menuntuk reformasi ekonomi.

Imago-images/Aton Chile/A. Pina kepada Deutsche Welle
Sekitar satu juta orang melakukan aksi turun ke jalan untuk menuntut reformasi ekonomi di Chile 

Kebijakan baru yang dilakukan antara lain; meningkatkan upah minimum dan uang pensiun; menurunkan kembali tarif transportasi umum; dan menunda kenaikan tarif dasar listrik.

Komentar Gubernur Wilayah Santiago

Gubernur Daerah Santiago, Karla Rubilar mengeluarkan pernyataan melalui akun media sosial Twitter ihwal aksi ini.

Dituturkan olehnya bahwa demonstrasi ini adalah hari bersejarah bagi Chile.

"Ini merupakan hari yang bersejarah bagi Chile, kota metropolitan ini menjadi tuan rumah aksi damai unjuk rasa bagi sekitar satu juta orang, yang mewakili sebuah mimpi baru bagi Chile," ujar Gubernur Santiago, Karla Rubilar.

Pernyataan Presiden Chile dan

Sementara itu, Presiden Chile, Miguel Juan Sebastián Piñera Echenique dari bekas anggota National Renewal - partai liberal konservatif - yang saat ini menjadi non partisan berkomentar perihal aksi ini di akun media sosialnya.

Ia menyatakan telah mendengar semua aspirasi dan berharap Negara Chile dapat lebih adil dan suportif.

"Unjuk rasa besar-besaran yang menyenangkan dan damai hari ini, di mana masyarakat Chile menuntut Chile yang lebih adil dan suportif, membuka jalan untuk masa depan harapan besar," ujar Presiden Pinera di Twitter, Jumat (25/10) malam.

"Kami telah mendengar semua aspirasi. Kami semua telah berubah. Dengan persatuan dan atas rahmat Tuhan, kita akan menuju Chile yang lebih baik bagi semua orang." tulis Pinera.


(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)

Ikuti kami di
KOMENTAR
8 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved