Sejuta Orang Lakukan Unjuk Rasa di Chile Tuntut Reformasi Ekonomi, Sekitar 7 Ribu Orang Ditangkap

Dilaporkan lebih dari satu juta orang melakukan unjukrasa di Chile, Jumat, (25/10/2019), waktu setempat untuk menuntuk reformasi ekonomi.

Imago-images/Aton Chile/A. Pina kepada Deutsche Welle
Sekitar satu juta orang melakukan aksi turun ke jalan untuk menuntut reformasi ekonomi di Chile 

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Dilaporkan lebih dari satu juta orang melakukan unjuk rasa di Chile, Jumat, (25/10/2019), waktu setempat.

Unjukrasa ini merupakan aksi turun ke jalan terbesar di Chile.

Kegiatan unjukrasa ini dilakukan sebagai bentuk protes terkait kebijakan yang diterapkan Pemerintah Chile dan tuntutan reformasi ekonomi.

Berkat situasi unjukrasa, pihak keamanan menetapkan status darurat, dan menangkap sekitar 7000 orang demonstran, seperti dilaporkan Deutsche Welle, Sabtu (26/10/2019).

Sementara itu, sekitar 19 orang demonstran dikabarkan tewas dan ratusan orang luka-luka.

 

Awal Mula

Pada mulanya aksi unjukrasa ini dipicu oleh tuntutan akan kenaikan transportasi umum di ibu kota.

Namun merembet dan semakin meluas karena kekecewaan masyarakat Chile terhadap ketidakadilan kondisi sosial-ekonomi di Negara Chile tersebut.

Dilaporkan oleh Deutsche Welle dalam wawancara khususnya, Menteri Luar Negeri Chile, Teodoro Ribera, menyangkal bahwa unjukrasa yang terjadi adalah bukan merupakan kesalahan pemerintah.

"Penyebabnya bukan berasal dari pemerintahan periode sekarang.

Mungkin ini sudah sudah dimulai dari dua, tiga, atau empat periode pemerintahan sebelumnya," terang Ribera.

Presiden Chile, Sebastian Pinera telah menjabat sebagai presiden sejak tahun lalu.

Namun dirinya sebelumnya juga pernah memangku jabatan yang sama pada periode 2010-2014.

Baca: Demo Hongkong Pecah dan Bandara Lumpuh, Kemlu dan AP II Minta WNI Waspada Cek Status Penerbangan

Baca: Hapus Desain Sepatu Bertema Protes di Hong Kong dari Kompetisi, Vans Diboikot Pendemo

Pinera dilaporkan memiliki harta kekayaan sebesar US$2,8 miliar, dan menjadi salah satu orang terkaya di Chile.

Posisi Pinera inilah yang menjadi target para demonstran.

Direktur Latinobarometro (sebuah lembaga survei non-profit Chile), Marta Lagos, menyampaikan pernyataan kepada Associated Press,  bahwa demonstrasi ini terjadi karena minimnya peran pemimpin di Chile.

Tak hanya itu, Marta juga menerangkan bahwa hal tersebut terjadi karena jelasnya tuntutan para demonstran - yang oleh Marta - disebut sebagai kegagalan parta-partai politik di Chile.

"Ada kegagalan sistem partai politik dalam mewakili rakyat," jelas Lagos.

Lagos juga mengatakan para pengunjuk rasa semakin solid dan teroganisir, namun Pinera tidak kunjung mundur dari jabatannya.

Demonstran dan Korban

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved