Habiskan Sisa Hidup Bersama, Kakek & Istrinya Rela Kayuh Gerobak Belasan Kilometer Berjualan Bakso

Inilah kisah Slamet dan Painem, warga Solo, Jawa Tengah yang berjualan bakso keliling bersama.

Instagram: @saiff_food
Slamet dan Painem berjualan bakso keliling bersama. Habiskan Sisa Hidup Bersama, Kakek & Istrinya Rela Kayuh Gerobak Belasan Kilometer Berjualan Bakso. 

Menurut pengakuan Painem, ia dan suaminya akan selalu mendatangi titik-titik keramaian untuk berjualan.

Bahkan, bila ada acara, sepasang lansia itu bisa berjualan hingga malam hari.

"Kalau ada keramaian di Pasar Gedhe, terlebih saat ada banyak lampion, bisa pulang jam 11 malam, kadang ya jam 5 sore, kalau jualan di alun-alun biasa jam 10 malam," terang Painem.

Tetap Jualan Meski Sakit

Slamet menambahkan, ia dan istrinya tak akan berjualan jauh-jauh bila kondisi kesehatan sedang menurun.

"Kalaupun jualan, gak jauh-jauh jualannya," tutur Slamet.

Sementara untuk dagangannya sendiri, Slamet mengatakan akan membeli bahan-bahan di Pasar Gemblekan, Kecamatan Serengan, Solo.

Harga Bakso Berbeda untuk Anak Sekolah

Bahan utama yang Slamet gunakan untuk membuat bakso adalah daging ayam dan sapi yang sudah digiling serta tepung pati.

Setidaknya, Slamet dan Painem harus mengeluarkan uang sebesar Rp 550 ribu setiap harinya untuk membeli bahan-bahan tersebut.

Sementara penghasilan yang mereka dapatkan setiap harinya Rp 600-700 ribu.

"Biasanya kami dapatnya Rp 700 ribu, ya kadang Rp 600 ribu itu pun kalau dagangannya habis," ungkap Slamet.

"Kalau dirata-rata setiap hari dapat laba bersih sekitar Rp 50 ribu," jelas Slamet.

Slamet dan Painem menghargai Rp 1.000 untuk tiap tiga buah bakso ketika berjualan di luar kawasan sekolah.

Sementara di sekolah, Rp 1.000 itu bisa mendapat empat buah bakso.

"Biasanya, kalau di sekolah itu pada beli Rp 2.000 hingga Rp 3.000 saja," ujar Slamet.

Belajar dari Orang

Slamet mengaku sbelum berjualan sendiri, dirinya pernah bekerja pada seorang juragan bakso bernama Hartono.

Dari sanalah, ia belajar membuat bakso dan kemudian bisa membuka usahanya sendiri.

Slamet juga mengatakan bahwa juragannya itu pernah mengajaknya untuk berjualan bakso di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ikuti kami di
KOMENTAR
15 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved